Tag: Gunung Papandayan

  • Macan Turun Gunung Papandayan? Polisi Pastikan itu Hoaks

    Macan Turun Gunung Papandayan? Polisi Pastikan itu Hoaks

    Video Macan Turun Gunung Papandayan Menerkam Warga Dipastikan Hoaks. (istimewa)[/caption]

    GARUT – Kepolisian resor Garut memastikan bahwa informasi pesan berantai kaitan dengan turunnya macan dari Gunung Papandayan yang menerkam warga dipastikan hoaks. Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, Rabu (15/7/2026).

    Adi mengatakan bahwa dalam beberapa hari kebelakang memang beredar video yang memerlihatkan seorang warga yang berdarah darah. Video tersebut disertai narasi bahwa warga tersebut merupakan korban terkaman macan yang turun dari Gunung Papandayan.

    “Atas beredarnya video tersebut kami langsung melakukan penelusuran. Dan hasil penelusuran, bisa kami pastikan bahwa video tersebut hoaks karena bukan berasal dari Garut,” katanya.

    Video Merupakan Korban Ledakan Bom

    Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, warga yang berdarah-darah itu bukanlah korban terkaman macan. Video tersebut merupakan dokumentasi korban dalam ledakan bom mortir di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

    “Dengan begitu bisa kami pastikan bahwa video tersebut bukan merupakan serangan satwa liar di Gunung Papandayan. Kejadian ini juga sudah diklarifikasi oleh pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan,” jelas Adi.

    Adi menyebut bahwa warga yang mengalami luka itu diketahui menemukan peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. “Saat menemukan, korban yang diketahui berjumlah tiga orang ini tidak menyadari adanya ancaman bahaya,” sebutnya.

    Dalam kondisi tidak tahu itu, warga tersebut berupaya membuka proyektil yang ditemukan. Upaya itu dilakukan dengan cara memukul mortir menggunakan palu sampai akhirnya terjadi ledakan.

    Jangan Mudah Mempercayai Informasi Hoaks

    Dengan adanya kejadian tersebut, Adi mengimbau agar masyarakat tidak mudah memercayai begitu saja informasi yang diterima, apalagi sampai menyebarluaskan informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    “Kami meminta agar masyarakat selalu melakukan verifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya kepada orang lain. Tentunya penyebaran informasi yang tidak benar ini bisa menimbulkan kepanikan dan keresahan di kalangan masyarakat yang menerima informasi yang salah itu,” ucapnya.

    Adi juga meminta agar masyarakat bisa segera melaporkan bila menemukan informasi yang belum jelas kebenarannya  kepada aparat kepolisian. “Dengan laporan tersebut, kami bisa melakukan penelusuran dan mengklarifikasinya sehingga tidak menyesatkan,” pungkasnya. (*)