
GARUT – Kabupaten Garut, saat ini mengalami musim pancaroba yaitu peralihan dari musim hujan ke kemarau, bahkan terlihat dan terbukti sudah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut, otomatis pada musim pancaroba ini akan berdampak pada hewan satwa, khususnya di Taman Satwa Cikembulan, di Kecamatan Leles, Garut.
Humas Taman Satwa Cikembulan, Willy Ariesta, mengatakan bahwa memang untuk pakan sendiri tidak terlalu signifikan terlihat, namun untuk Satwa akan berdampak dikarenakan efek dari musim pancaroba.
“Tapi kalau untuk satwa sendiri tentu pasti ya kan, dan ini memasuki musim pancaroba,” ujarnya.
Sehingga, kata Willy, pada musim pancaroba ini ada beberapa langkah antisipasi yang dilakukan untuk para satwa, seperti treatment khusus pembelian multivitamin dan vaksinasi ulang.
“Mudah-mudahan itu bisa menjadi tameng ya bagi penyakit yang biasanya menular ke satwa-satwa,” katanya.
Air Bersih Masih Tercukupi
Terkait ketersediaan air bersih untuk kebutuhan satwa, Willy mengungkapkan, sejauh ini sudah tercukupi dikarenakan ada satu sumber air yang biasa digunakan khusus untuk air minum satwa.
“Sedangkan yang lainnya untuk pembersihan-pembersihan juga kita menggunakan air-air yang ada di sini untuk bisa melakukan desinfeksi setiap hari,” ungkap Willy.
Dengan begitu, Willy berharap, agar musim kemarau panjang ini diselingi dengan hujan, dikarenakan ada kebun khusus untuk pakan satwa yang terdampak dengan Kekeringan ini.
“Ya mudah-mudahan ke depannya ada sering-sering hujan supaya tanaman kita juga bisa tumbuh subur kembali,” tutupnya. (*)