GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan pendidikan moralitas dan budi pekerti.
Program tersebut dilaksanakan bersama Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia di Gazebo Rutan Garut, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan diikuti sejumlah warga binaan dengan menghadirkan pemateri dari yayasan tersebut. Turut hadir Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muhammad Harun Al Rasyid, serta Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi mengenai nilai moral, kepedulian terhadap sesama, budi pekerti, serta pentingnya membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Rutan Garut, Muhammad Harun Al Rasyid, mengatakan pembinaan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk membantu warga binaan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Pembinaan moralitas menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal kepada warga binaan agar mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Harun.
Menurutnya, warga binaan perlu mendapatkan ruang untuk melakukan refleksi terhadap sikap dan perilaku selama menjalani masa pembinaan.
Melalui pendidikan moralitas, mereka diharapkan dapat memahami kembali pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama, baik selama berada di lingkungan Rutan maupun ketika kembali ke masyarakat.
“Kami berharap pembelajaran yang diberikan dapat menjadi bagian dari proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Harun menilai bekal moral dan budi pekerti memiliki peran penting karena warga binaan nantinya akan kembali berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sosial.
Karena itu, materi yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara aktif agar proses pembelajaran tidak hanya berlangsung satu arah.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan, kepedulian terhadap orang lain, serta pembentukan karakter yang lebih positif.
Rutan Garut berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan sekaligus membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (*)